Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Saturday, February 14, 2015

Mr. TS

Alhamdulillah.. hari ini bertambah lagi teman saat saya dikenalkan dengan seorang pria disini kita sebut saja Mr. TS. Mr. TS ini usianya sekitar 49 – 50 tahun. Beliau ini tercatat sebagai karyawan di perusahaan multifinance di Jakarta. Yang membuat kagum adalah, disamping sebagai karyawan, Ybs juga memiliki usaha sebuah bengkel, salon dan cucian mobil di daerah BSD, Tangsel yang hingga saat ini sudah berjalan 10 tahun. 

Mr. TS ini menceritakan motivasinya berwirausaha karena beliau sadar jika terus-menerus menjadi karyawan maka tidak akan mungkin bisa memiliki tingkat kehidupan yang jauh lebih baik. Selain itu, pengalaman beliau selama menempuh perjalanan dari rumah di BSD ke kantor di Jakarta dan sebaliknya dengan memanfaatkan angkutan umum seperti kereta dan bis membuatnya sering melihat ada bapak-bapak yang usianya sudah tua, masih harus pergi kerja setiap hari. Hingga dia membatin, saya tidak mau dimasa tua saya seperti Bapak ini. 

Ide mendirikan bengkel ini muncul karena waktu itu Ybs memiliki mobil yang dibeli seken. Seringkali mobil harus keluar masuk bengkel untuk diperbaiki. Akhirnya dicobalah untuk mengajak salah seorang montir bekerja sama mengelola usaha bengkel. Pada awalnya usaha ini tidak langsung berjalan mulus, dimana jatuh bangun sudah pernah dirasakan seperti mekanik yang dibajak oleh bengkel lain. Namun Mr TS ini menyampaikan bahwa solusi dari semua masalah adalah dengan berdoa, pasrahkan semua kepada Allah SWT. Akhirnya semua masalah dapat diatasi. 

Untuk itu Ybs menyarankan untuk mulai membuka usaha. Bisa dimulai dari usaha franchise. Beliau memberikan banyak contoh orang yang tadinya karyawan seperti ada salah satu rekan yang saat ini memiliki usaha di bidang logistic di perusahaan oil and gas, sebelumnya ada seorang guru lulusan IKIP. Memang tidak mudah untuk keluar dari zona nyaman seorang karyawan. Namun beliau berkata harus dimulai dari sekarang. Senangnya bertemu dengan orang-orang soleh yang sukses.

Saturday, June 28, 2014

Ustadz Sugih

Ustadz ini bukanlah ustadz kondang yang sering keluar masuk infotainment. Juga bukan ustadz hasil binaan ustadz kondang. 

Tapi pertama kali dia berdakwah di kantor saya, dia bisa bisa menarik antusiasme yang hadir berkat cerita mengenai latar belakangnya yang dulu pernah menjadi pegawai swasta, sampai akhirnya memutuskan untuk berhenti dan berguru untuk belajar berdakwah.

Ada pro dan kontra dengan gaya si Ustadz ini berdakwah. Namun dia menjanjikan apabila kita berniat serius untuk merubah hidup kita menjadi lebih baik, dia menggaransi dalam 4 bulan pasti sudah ada perubahan dalam hidup orang tersebut.

Saya tidak akan mengulas semua materi yang disampaikan oleh si Ustadz disini, namun ada beberapa kata-kata yang disampaikan oleh si Ustadz yang cukup memotivasi diri saya.

Seperti ketika dia membahas soal tawakal.

Tawakal bukanlah sekedar kita berusaha, berdoa dan selanjutnya pasrah kepada ketetapan Allah, SWT. Namun tawakal adalah bagaimana kita dapat secara konsisten mengerjakan ibadah kepada Allah, SWT. Apabila suatu ibadah sudah kita kerjakan secara konsisten, lalu kita tinggalkan, maka kita akan berdosa. Walaupun itu adalah ibadah sunah. Sebagai contoh, orang yang terbiasa melaksanakan shalat dhuha 2 – 4 rakaat setiap hari. Kemudian, karena sedang kedatangan tamu, shalat tersebut tidak dia kerjakan. Atau laki-laki yang secara rutin pergi shalat subuh berjamaah di mesjid, kemudian karena hujan maka tidak pergi ke mesjid. Maka, itu menjadi dosa. Itulah yang disebut tawakal. Bagaimana kita secara konsisten dapat melakukan suatu ibadah atau kebaikan tanpa berubah.

Satu contoh yang dia berikan, yang cukup memotivasi saya sampai saat ini dalam beribadah, kita sebagai karyawan, biarpun hujan atau banjir, bagaimana caranya berusaha untuk bisa masuk ke kantor. 
Namun hanya karena gerimis kita tidak pergi shalat berjamaah di mesjid. Padahal itu adalah untuk beribadah kepada yang memberikan kita hidup. Kita terkadang takut, sampai meninggalkan ibadah karena kesibukan pekerjaan kita. Padahal Allah sudah menjanjikan, dalam hadis berikut :

“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)

“Dua rakaat shalat fajar lebih baik dari dunia dan seluruh isinya” (HR. Muslim)

Janji Allah sudah jelas dan pasti, namun kita masih sering lebih takut kepada urusan dunia kita. Padahal Allah sudah menjanjikan. Allah berfirman :

Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS : Ath-Thalaaq Ayat : 3 )

Wednesday, November 6, 2013

Fire Works - Katy Perry

Lirik lagu ini sangat bagus untuk membangkitkan motivasi diri kita.. Dengarkan dan ikuti hentakan iramanya.. 

Do you ever feel like a plastic bag
Drifting through the wind, wanting to start again?
Do you ever feel, feel so paper thin
Like a house of cards, one blow from caving in?

Do you ever feel already buried deep six feet under?
Scream but no one seems to hear a thing
Do you know that there's still a chance for you
'Cause there's a spark in you?

You just gotta ignite the light and let it shine
Just own the night like the 4th of July

'Cause, baby, you're a firework
Come on, show 'em what you're worth
Make 'em go "Oh, oh, oh"
As you shoot across the sky-y-y

Baby, you're a firework
Come on, let your colours burst
Make 'em go "Oh, oh, oh"
You're gonna leave 'em all in awe, awe, awe

You don't have to feel like a wasted space
You're original, cannot be replaced
If you only knew what the future holds
After a hurricane comes a rainbow

Maybe you reason why all the doors are closed
So you could open one that leads you to the perfect road
Like a lightning bolt, your heart will glow
And when it's time you'll know

You just gotta ignite the light and let it shine
Just own the night like the 4th of July

'Cause, baby, you're a firework
Come on, show 'em what you're worth
Make 'em go "Oh, oh, oh"
As you shoot across the sky

Baby, you're a firework
Come on, let your colours burst
Make 'em go "Oh, oh, oh"
You're gonna leave 'em all in oww

Boom, boom, boom
Even brighter than the moon, moon, moon
It's always been inside of you, you, you
And now it's time to let it through-ough-ough

'Cause, baby, you're a firework
Come on, show 'em what you're worth
Make 'em go "Oh, oh, oh"
As you shoot across the sky

Baby, you're a firework
Come on, let your colours burst
Make 'em go "Oh, oh, oh"
You're gonna leave 'em all in oww..

Boom, boom, boom
Even brighter than the moon, moon, moon
Boom, boom, boom
Even brighter than the moon, moon, moon

Friday, October 19, 2012

10 Gaya Hidup Orang Sukses

Ada 1 lembaga penelitian sekuler di USA yg meneliti tentang orang-orang bahagia. Karena ini lembaga sekuler, ukuran bahagia pertama adalah banyaknya uang, maka lembaga tersebut mensurvey orang-orang kaya (milyuner) dengan sample awal sebanyak lebih dari 200 ribu orang milyuner.
Dari 200 ribu itu disaring kadar bahagia-nya berdasarkan berbagai parameter termasuk keluarga tersebut.Hasil saringan terakhir ada sekitar 200 orang yang dianggap sangat bahagia, karena selain kaya, bisnisnya luar biasa, menikmati hidup, keluarganya beres.
Hasil survey tersebut ditulis dalam buku karangan Thomas Stanley berjudul "The Millionaire Mind." Orang-orang kaya tersebut rata-rata sudah berumur, mereka adalah orang kaya dalam 1 generasi, artinya bukan kaya warisan, tapi kaya dengan modal zero, alias kerja sendiri. Kemudian orang-orang ini diwawancara satu per satu secara detail, dan di-summary-kan gaya hidup orang-orang tersebut, berikut 10 gaya hidup:

1. Orang-orang tersebut frugal = hemat, artinya: mereka penuh pertimbangan dalam
memanfaatkan uang mereka. Untuk beli sesuatu, pikir-pikir dulu sekitar 20 kali, tipe orang yang tanya sama Tuhan tentang segala sesuatu pengeluaran. Mereka tidak diperbudak mode, meskipun tidak kuno, tapi modis. Mereka tahu di mana beli barang bagus tapi murah.

2. Orang-orang tersebut selalu hidup di bawah income mereka, tidak hidup gali lobang tutup lobang alias anti utang.

3. Sangat loyal terhadap pasangan - tidak cerai dan setia!

4. Selalu lolos dari prahara baik dalam keluarga/bisnis (di USA sering resesi ekonomi, mereka selalu lolos). Setelah ditanya apa kunci lolosnya, jawabannya: "overcoming worry and fear with The Bible and pray, with faith to God. We have God and His word."

5. Cara berpikir mereka berbeda dalam segala segi dengan orang-orang kebanyakan, contoh: kita kalau ke mall, mikir abisin duit, mereka malah survey mencari bisnis apa yang paling laku di mall. They think differently from the crowd. Mereka "man of production" bukan "man of consumption. "

6. Ketika ditanya kunci suksesnya:
a. Punya integritas = omongan dan janji bisa dipegang dan dipercaya.
b. Disiplin = tidak mudah dipengaruhi, dalam segala hal, termasuk disiplin dalam hal
makanan, mereka orang yang tidak sembarangan konsumsi makanan. Tidak serakah.
c. Selalu mengembangkan social skill = cara bergaul, belajar getting along with people, belajar leadership, menjual ide, mereka orang yang meng-upgrade dirinya, tidak malas belajar.
d. Punya pasangan yg support, selalu mendukung dalam keadaan enak / tidak. Menurut mereka, integrity dimulai di rumah, kalau seorang suami/istri tidak bisa dipercaya di rumah, pasti tidak bisa dipercaya diluar.

7. Pembagian waktu/aktivitas, paling banyak untuk hal-hal berikut:
a. Mengajak anak dan cucu sport/olahraga, alasannya, dengan olahraga bisa meningkatkan fighting spirit yang penting untuk pertandingan rohani untuk menang sebagai orang beriman, untuk bisa sportif (menerima kenyataan, tetapi dengan semangat untuk memperbaiki dan menang).
b. Banyak memikirkan tentang investment.
c. Banyak waktu berdoa, mencari hadirat Allah, belajar Firman. Ini menjadi lifestyle mereka sejak muda.
d. Attending religious activities.
e. Sosializing with children and grand child, ngobrol.
f. Entertaining with friends, maksudnya bergaul, membina hubungan.

8. Have a strong religious faith, dan menurut mereka ini kunci sukses mereka.

9. Religious millionaire. Mereka tidak pernah memaksakan suatu jumlah aset sama Tuhan, tapi mereka belajar mendengarkan suara Tuhan, berapa jumlah aset yang Tuhan inginkan buat mereka. Minta guidance untuk bisnis. Mereka bukan type menelan semua tawaran bisnis yang disodorkan kepadamereka, tapi tanya Tuhan dulu untuk mengambil keputusan.

10. Ketika ditanya tentang siapa mentor mereka, jawabannya adalah Tuhan.

Monday, November 7, 2011

Jangan Memikirkan Hasil Akhir..

"Dalam sebuah pertandingan sepak bola, seorang pemain mendapat kesempatan untuk melakukan tendangan penalti.. Pemain ini terus berpikir untuk memasukkan bola tersebut ke dalam gawang karena dia tidak ingin malu dihadapan pemain lain dan penonton. Dan hasilnya, dia melakukan tendangan terburuk dalam karir sepak bolanya."

Dalam kehidupan, kita sering sekali berpikir keras mengenai hasil akhir dari usaha atau pekerjaan yang kita lakukan. Seseorang yang perfeksionis, sangat concern dengan hasil akhir dari apa yang dikerjakannya. Jika kita terlalu memikirkan hasil akhir, pada akhirnya kita akan merasa gugup, tertekan dan melakukan kesalahan.

Mari kita coba untuk melepaskan diri dari pikiran mengenai hasil akhir dan fokus pada apa yang ada dihadapan kita. Fokuslah pada bagaimana melakukan pekerjaan tersebut dengan sebaik-baiknya, fokus pada bagaimana kita bermain sebaik-baiknya, tanpa memikirkan hasil akhirnya seperti apa. Hal ini akan membantu kita, melepaskan diri dari perasaan cemas dan tekanan terhadap diri sendiri serta perasaan-perasaan negatif. Apabila kita sudah melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya, hasil akhir yang baik biasanya akan mengiringi.


Mau sukses.. Bantulah orang lain untuk sukses..

Itu kalimat yang saya dapat dari salah satu buku yang saya baca.. Jika kita ingin sukses, pertama-tama kita harus membantu orang lain menjadi sukses. 

Kalimat yang agak bertentangan dengan apa yang terjadi di sekitar kita. Seorang pemimpin unit, mengarahkan bawahannya untuk mencapai goal unit.  Setelah target tersebut tercapai, pemimpin adalah orang pertama yang menikmati promosi atas keberhasilan unitnya.

Tapi saya bisa memahami setelah cara pandangnya diubah.. Kita harus memandang hal tersebut dari diri kita sendiri. Artinya, kita yang harus membantu orang lain menjadi sukses, entah itu rekan kerja, mitra usaha, dan bahkan pemimpin unit kita, sebelum kita bisa menikmati kesuksesan itu datang kepada diri kita.

Memang, terkadang kita selalu bertanya, kalau saya melakukan ini, apa manfaatnya buat saya. Tapi, apabila kita melakukan hal ini tanpa pamrih, berarti kita telah melakukan perbuatan baik secara tulus.

QS An Nisaa ayat 40 :
"Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar."