Sunday, September 24, 2017

Kajian Ustad dr. Raehanul Bahraen

Hari Sabtu, tanggal 16 September 2017 di Masjid Ash Shaff, Emerald Bintaro, saya menghadiri kajian yang disampaikan oleh Ustad dr. Raehanul Bahraen.
Ada beberapa hal yang saya catat dari apa yang disampaikan oleh beliau :
  1. Kunci hidup adalah bersyukur. Kecemasan, kegelisahan yang sering kita alami adalah disebabkan karena kita kurang bersyukur. Resep hidup bahagia adalah kita harus bersyukur. Bersyukur dulu baru bahagia. 
  2. Sekarang ini banyak istilah sunah yang dikaitkan dengan ibadah, gaya hidup atau penampilan seseorang, disebut dengan Ibadah sunah, penampilan sunah. Namun, bagi yang sudah mulai menggiatkan hal-hal yang sunah, jangan lantas menilai orang lain yang tidak menjalankan ibadah sunah, sebagai kelompok yang berseberangan atau berbeda. Karena belum tentu, orang yang sudah menjalankan banyak ibadah sunah, lebih mulia di mata Allah SWT dibandingkan dengan orang yang hanya menjalankan ibadah wajib. 
  3. Bagi orang-orang yang sudah hijrah, mulailah mempelajari bagaimana akhlak yang mulia. Contoh paling mudah adalah akhlak Rasulullah SAW. 
  4. Bagi orang-orang yang sudah hijrah, setan akan menggoda dengan cara merusak akhlak, dengan sifat-sifat seperti sombong,hasad, dan dengki.
  5. Karena itu, selalu evaluasi akhlak kita. Pelajari kiat-kiat agar kita tidak sombong.
  6. Saat ini, kita hidup di zaman yang harus banyak bersabar dengan manusia. 
  7. Permasalahan utama umat manusia saat ini adalah akidah dan tauhid. 
  8. Akhlak mulia mencerminkan keimanan seseorang. 
  9. Pintu surga yang paling banyak memasukkan adalah pintu orang yang berakhlak mulia.
  10. Kita bukanlah ustad / ulama, maka cara berdakwah kita adalah dengan akhlak dan sikap / perbuatan dibandingkan dengan lisan / tulisan.
  11. Mengevaluasi akhlak mulia. Sumber kegelisahan hidup adalah akhlak yang buruk.
  12. Akhlak terbagi menjadi dua, yaitu Akhlak yang Nampak (zohir) dan Akhlak yang Tersembunyi. Akhlak yang tersembunyi inilah yang merupakan akhlak yang utama.
  13. 3 cara untuk menilai / mengetahui akhlak seseorang :
  • Bagaimana seseorang bermuamalah dengan istri. Mengapa istri? Mengapa bukan ibu? Karena dalam islam kodrat wanita itu menjadi bawahan laki-laki. Seseorang baru dapat melampiaskan akhlak buruknya saat dia berada diatas. Selain itu kejadiannya di rumah sehingga tidak terlihat.
  • Bagaimana seseorang bermuamallah dalam safar. Safar adalah bagian dari azab. Zaman dulu, safar adalah pekerjaan yang berat. Sampai saat ini pun safar dianggap tidak menyenangkan /  melelahkan. Safar berarti menyingkap. Akhlak seseorang terlihat saat-saat sulit.
  • Bagaimana seseorang itu bermuamallah dengan harta. Rasulullah bersabda bahwa ujian umatku adalah harta. Karena sesungguhnya manusia itu sangat mencintai harta dan sangat pelit dengan hartanya. Harta bisa membuat seseorang gelap mata.

Thursday, July 30, 2015

Tausiyah Rabu 17 Juni 2015

Dalam acara tausiyah rutin setiap bulan di kantor, untuk bulan Juni ini, yang mengisi ceramah adalah Ustad Hasyim. Sayangnya saya belum berhasil menggali latar belakang beliau. Karena waktu pelaksanaannya yang dekat dengan masuknya bulan Ramadhan 1436H, maka tema ceramah kali ini berkaitan dengan puasa. 

Beberapa hal yang sempat saya catat dari tausiyah yang disampaikan beliau antara lain :
  1. Nikmat yang paling tinggi dalam hidup manusia adalah nikmat hidup. Itulah mengapa pada saat kita bangun tidur, Rasulullah SAW mengajarkan untuk berdoa, "Alhamdulillahil ladzi ahyana ba’da ma amatana wailaihin nusyur' yang artinya : "Segala puji bagi Allah yang menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan kepada Allah akan bangkit."
  2. Seorang manusia jika disaat dia bangun dari tidur kebutuhan makannya tercukui, maka dia dianggap sudah menguasai dunia. Artinya dia tinggal mengejar akhiratnya.
  3. Yang dicari dibalik setiap ibadah adalah hikmah atau barokah dari ibadah itu sendiri.
Manusia hidup di dunia ini hanya untuk mencari 2 hal saja :
1. Apa yang bisa menambah pahala, dan
2, Apa yang bisa mengurangi dosa.

Dua hal inilah yang akan dilakukan selama bulan Ramadhan. Selama 1 bulan ini digunakan untuk memperbaiki diri.

Allah SWT akan menggugurkan dosa karena kita berpuasa dengan Iman (Ikhlas karena Allah) dan Ihtisaban (penyerahan diri / menghisab / menghitung). Capeknya puasa itu yang mengugurkan dosa.

Di bulan Ramadhan, amalan sunah dilipatgandakan pahalanya seperti amalan wajib.
Pahala membaca Al Quran sama dengan memahami Al Quran.
Pahala sedekah sama dengan pahala berzakat.

Lailatul Qadar

Pahalanya setara dengan ibadah selama 1000 bulan. Malam Lailatul Qadr biasanya datang pada malam ganjil 10 malam terakhir di bulan Ramadhan. 

Mengapa banyak orang yang tidak tertarik dengan janji Allah? 
Karena dia tidak tahu tujuan hidupnya adalah 2 hal diatas tadi.

Manusia hidup di dunia ini ibarat orang yang akan menyeberang jalan. Hanya sebentar saja.

Persiapan untuk bulan Ramadhan :
1. Fisik
  - untuk menahan lapar dan dahaga
  - untuk shalat malam, terutama pada 10 malam terakhir.
2. Ilmu, buku fiqih, amalan-amalan yang disunahkan.
3. Mental. Mental untuk menjadi ahli surga yaitu orang yang bertaqwa.

Ibaratkan puasa sebagai perlombaan. Santai di awal namun diakhir dikejar untuk mengejar kemenangan. Persiapan mental adalah untuk 1 bulan, bukan 10 hari saja.

10 hari terakhir ini biasanya terganggu oleh tradisi mudik. Tradisi mudik ini sebetulnya adalah kebiasaanYahudi. Untuk mengganggu ibadah umat muslim di 10 hari terakhir Ramadhan.

Monday, July 6, 2015

Kecintaan Kepada Allah dan Rasulullah

Kekuatan cinta dapat kita berikan contoh sebagai berikut :

1.       Seseorang yang selama ini belum memiliki rumah sendiri, masih tinggal di rumah kontrakan, sangat kuat keinginannya untuk memiliki rumah sendiri. Semua energi, daya upaya, pikiran diarahkan bagaimana caranya harus memiliki rumah sendiri.
2.     Seseorang yang selama ini belum memiliki kendaran pribadi, kemana-mana harus naik kendaraan umum, tentulah sangat bercita-cita untuk memiliki kendaraan pribadi. Semua yang dilakukannya dicurahkan pada tujuan untuk memiliki kendaraan pribadi.

Bahkan pada saat keinginannya tercapai, terkadang seseorang mengucapkan, “Rasanya tidak percaya saya akhirnya bisa mewujudkan keinginan saya”.

Atau bisa juga dicontohkan dengan hal-hal yang berhubungan dengan hobi. Seseorang yang sangat senang memancing, rela menghabiskan waktunya berjam-jam bahkan berhari-hari untuk memancing. Sesuatu yang mungkin bagi orang yang tidak hobi akan terasa membosankan. Namun bagi orang yang hobi, semua kekuatan dan perasaannya akan fokus dalam mengerjakan hobinya tersebut. Begitu pula jika seseorang yang hobi dengan batu akik, maka tidak akan mempersoalkan mengenai semua waktu, biaya yang dikeluarkan untuk hobi batu akiknya tersebut.

Contoh-contoh diatas, hanyalah sedikit dari banyak contoh lain, yang menggambarkan, kekuatan dari kecintaan seseorang pada sesuatu benda atau sesuatu hal.
Seharusnya kecintaan seseorang manusia pada Allah dan Rasul-Nya pun harus sama bahkan melebihi kecintaan seseorang pada hal-hal kebendaan atau hobinya tersebut. Sehingga dengan kecintaannya tersebut akan menumbuhkan semangat, kekuatan dimana seseorang manusia akan melakukan  apapun sebagai wujud kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya.

Seseorang yang mencintai sesuatu, akan patuh dan taat terhadap apa yang telah diatur atau diperintahkan oleh yang dicintainya. Begitu juga dengan manusia, apabila sudah cinta dengan Allah dan Rasul-Nya, maka apapun yang telah diperintah dan dilarang oleh Allah akan dipatuhi, kembali kepada Al Quran dan Sunah Rasullulah, akan membuat hidup manusia tidak terombang-ambing oleh keinginan-keinginan serta nafsu duniawi.

Di dalam Al Quran, Surat Al Baqarah ayat 165 : Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.

Allah sudah menyampaikan dalam firman-Nya tersebut, bahwa diantara manusia akan ada yang mencintai sesuatu yang lain daripada selain Allah. Namun dalam ayat tersebut juga Allah telah menyatakan bahwa ada orang-orang yang sangat cinta kepada Allah, yaitu orang-orang yang beriman.

Dalam Surat At Taubah ayat 24, Allah SWT berfirman :
Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.

Dalam ayat ini pun Allah kembali mengingatkan sekiranya manusia lebih mencintai hal-hal selain daripada Allah, maka orang-orang tersebut masuk ke dalam golongan orang-orang fasik dan Allah akan mendatangkan keputusan-Nya untuk perilaku orang-orang seperti ini.


Demikianlah, sekiranya manusia sadar bahwa apa yang dimilikinya saat ini termasuk kehidupannya adalah milik Allah SWT, tentulah manusia tidak akan menomorduakan bahkan menomor sepuluh kan Allah dalam kehidupannya. Tentulah manusia akan bersegera untuk melaksanakan Shalat jika sudah terdengar azan, tentulah manusia akan memberikan porsi waktunya lebih banyak untuk Allah SWT. Kecintaan kita terhadap Allah sudah seharusnya melebihi semua kecintaan kita terhadap makhluk ataupun benda lain di muka bumi ini.

Sunday, February 15, 2015

Outbond TPA di Pelita Desa, Ciseeng, Bogor

Saat ini, Lala, Athar dan Mia, secara rutin mengikuti kegiatan TPA di Masjid dekat rumah. Dan pada hari Minggu tanggal 15 Februari 2015, sesuai jadwal, mereka mengikuti kegiatan outbond yang diadakan di PKBM Pelita Desa, Jl. H. Miing Rawa Bangsa, Putat Nutug, Ciseeng, Bogor. Antusias mereka untuk mengikuti kegiatan tersebut sudah terasa beberapa hari sebelumnya. Apalagi Athar dan Mia yang belum pernah ikut outbond di alam terbuka. Minggu pagi, anak-anak beserta guru-guru TPA berangkat menggunakan bis menuju ke lokasi outbond.

Dan sesuai rencana, tanpa sepengetahuan anak-anak, saya dan istri menyusul ke lokasi. Dari 3 alternatif jalan menuju lokasi, saya memilih menggunakan jalur tol BSD – Puspitek – Prumpung dengan pertimbangan jarak yang lebih dekat dan diharapkan lebih sepi. Namun ternyata kondisi jalan di daerah BSD dan Puspitek yang masuk ke wilayah kekuasaan ibu Walikota Airin ini banyak yang rusak. Ada beberapa lobang dan kerusakan yang timbul di musim hujan ini tidak segera diperbaiki. Kondisi yang sama dengan jalan di Bintaro tempat saya tinggal. Dan ternyata, semakin lama kerusakan jalan semakin memprihatinkan. Apalagi ketika memasuki wilayah Kabupaten Bogor, kondisi jalan malah semakin parah. Jalan yang hancur menjadi kubangan lumpur karena musim hujan. Dan kerusakan terjadi di sepanjang jalan. Saya tidak mengerti, mengapa kerusakan jalan seperti dibiarkan begitu saja oleh pemerintah kabupaten Bogor.

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah melintasi jalan ini, dan kondisinya pun juga sama. Mungkin ketakutan terhadap KPK, membuat para pejabat begitu berhati-hati dalam pengucuran anggaran untuk perbaikan infrastruktur. Tapi kalau memang benar dan tidak ada niat jahat, kenapa harus takut. Yang jadi masalah adalah karena mental sebagian besar pejabat Dinas PU sampai ke Kepala Daerahnya berusaha mengambil bagian dari anggaran proyek-proyek yang dikucurkan.

Setelah menempuh perjalan sekitar 1 jam 30 menit, akhirnya kami sampai di lokasi. Ternyata di lokasi tersebut banyak kelompok-kelompok baik dari sekolah maupun perusahaan yang mengadakan kegiatan outbond di sana. Di lahan seluas sekitar 2,5 ha yang didominasi oleh kolam buatan, disediakan permainan seperti flying fox, menanam padi, memerah susu sapi, menumbuk padi, menangkap ikan, meniti tali, tarik tambang, mengeluarkan ban dari tiang, mengisi air ke dalam pipa paralon. Anak-anak juga mendapat penjelasan seperti manfaat susu sapi, manfaat dari kotoran sapi untuk pupuk dan biogas. Singkatnya disini, mereka bermain sambil belajar. Dan bermain disini berarti harus siap basah.

Dari raut wajahnya, anak-anak terlihat senang sekali dengan aktivitas outbond ini. Bahkan Mia beberapa kali menyatakan ingin pergi outbond lagi dengan teman-temannya.  Kegiatan seperti ini bisa menjadi pilihan bagi sekolah-sekolah selain field trip ke Kidzania, Taman Mini, atau Bandung dan bahkan ada sekolah yang field tripnya ke luar negeri.


Setelah selesai mandi, anak-anak disediakan makan siang. Kemudian dilanjutkan shalat zuhur, dan kami langsung pulang kembali ke Jakarta. Rute pulang kali ini saya memilih untuk melalui Jalan Raya Parung - Ciputat dengan pertimbangan kondisi jalan yang jauh lebih baik dibandingkan lewat jalur prumpung – Puspitek BSD.

Saturday, February 14, 2015

Mr. TS

Alhamdulillah.. hari ini bertambah lagi teman saat saya dikenalkan dengan seorang pria disini kita sebut saja Mr. TS. Mr. TS ini usianya sekitar 49 – 50 tahun. Beliau ini tercatat sebagai karyawan di perusahaan multifinance di Jakarta. Yang membuat kagum adalah, disamping sebagai karyawan, Ybs juga memiliki usaha sebuah bengkel, salon dan cucian mobil di daerah BSD, Tangsel yang hingga saat ini sudah berjalan 10 tahun. 

Mr. TS ini menceritakan motivasinya berwirausaha karena beliau sadar jika terus-menerus menjadi karyawan maka tidak akan mungkin bisa memiliki tingkat kehidupan yang jauh lebih baik. Selain itu, pengalaman beliau selama menempuh perjalanan dari rumah di BSD ke kantor di Jakarta dan sebaliknya dengan memanfaatkan angkutan umum seperti kereta dan bis membuatnya sering melihat ada bapak-bapak yang usianya sudah tua, masih harus pergi kerja setiap hari. Hingga dia membatin, saya tidak mau dimasa tua saya seperti Bapak ini. 

Ide mendirikan bengkel ini muncul karena waktu itu Ybs memiliki mobil yang dibeli seken. Seringkali mobil harus keluar masuk bengkel untuk diperbaiki. Akhirnya dicobalah untuk mengajak salah seorang montir bekerja sama mengelola usaha bengkel. Pada awalnya usaha ini tidak langsung berjalan mulus, dimana jatuh bangun sudah pernah dirasakan seperti mekanik yang dibajak oleh bengkel lain. Namun Mr TS ini menyampaikan bahwa solusi dari semua masalah adalah dengan berdoa, pasrahkan semua kepada Allah SWT. Akhirnya semua masalah dapat diatasi. 

Untuk itu Ybs menyarankan untuk mulai membuka usaha. Bisa dimulai dari usaha franchise. Beliau memberikan banyak contoh orang yang tadinya karyawan seperti ada salah satu rekan yang saat ini memiliki usaha di bidang logistic di perusahaan oil and gas, sebelumnya ada seorang guru lulusan IKIP. Memang tidak mudah untuk keluar dari zona nyaman seorang karyawan. Namun beliau berkata harus dimulai dari sekarang. Senangnya bertemu dengan orang-orang soleh yang sukses.

Saturday, January 24, 2015

Nikmat

Kalau ada di antara selain Allah yang memberikan kita nikmat, itu hanyalah perantara yang melalui mereka Allah mengalirkan nikmat-Nya. Nabi SAW, bersabda,"Berterimakasihlah kamu kepada Allah dan kepada orang yang melalui mereka Tuhan mengalirkan nikmat-Nya kepadamu." Kita diperintahkan untuk berterima kasih kepada orang tua karena melalui mereka Allah mengalirkan nikmat kehidupan kepada kita. Berterima kasihlah kepada guru, karena melalui guru, Allah memberikan nikmat ilmu kepada kita, karena Dialah satu-satunya sumber kenikmatan.

Tuesday, January 20, 2015

Renungan

Imam Al Ghazali mengatakan, “Setiap hari paksakan dirimu untuk sabar beribadah kepada Allah. Andaikata engkau ditakdirkan untuk hidup selama 50 tahun dan engkau biasakan dirimu untuk sabar beribadah, nafsumu tetap akan berontak tetapi ketika maut menjemput kau akan bahagia selama-lamanya. Tetapi ketika engkau tunda-tunda dirimu untuk beramal dan kematian datang diwaktu yang tidak kau perkirakan.”

Saudaraku, kenapa kita bisa memaksakan diri saat mau berangkat kerja macet, panas dan hujan, tetapi tidak mau memaksakan untuk shalat berjamaah subuh di masjid atau mushola.

Wednesday, August 20, 2014

Pilpres 2014

Pilpres 2014, menurut saya adalah pilpres paling seru yang pernah terjadi di Indonesia. Secara kebetulan hanya ada 2 orang capres yang bertarung, yaitu Prabowo dan Joko Widodo.

Luar biasa memperhatikan bagaimana pendukung dari kedua capres ini saling menunjukkan dukungan terhadap capres masing-masing. Bahkan sampai ada hubungan pertemanan dan persaudaraan yang retak karena berbeda pendapat dan sikap atas capres dukungannya.

Lihatlah di social media. Masing-masing men-share berita-berita terkait dengan capres dukungannya, tanpa perduli apakah berita ini valid atau tidak. Muncul istilah black campaign, negative campaign.

Setelah KPU mengumumkan hasil perhitungan suara pun, masing-masing pendukung masih terus membagikan berita-berita terkait dengan keabsahan hasil perhitungan suara.

Sebegitu hebatnya dukungan dari masyarakat terhadap kedua capres ini. Bahkan menurut saya berlebihan. Sampai saya berpikir, memangnya jika Capres A terpilih jadi presiden, anda itu akan diangkat sebagai apa? Anda itu akan diberikan posisi apa? Belajar dari pilpres tahun-tahun sebelumnya, Capres hanya mengumbar janji saja pada saat kampanye. Begitu mereka dipercaya rakyat, mereka tidak amanah. Kenapa rakyat di negara ini tidak belajar dari pengalaman mereka sebelumnya.

Indonesia ini negara yang sangat kaya. Jadi rebutan para petinggi di negeri untuk memperebutkan jabatan. Bahkan sampai asing pun campur tangan dalam kedaulatan negara ini. Saya tidak yakin kedua capres ini akan bisa melepaskan diri dari campur tangan pihak asing. Karena negara-negara asing pun tidak akan rela begitu saja, pengaruh mereka lepas di Indonesia. Dan keserakahan pejabat-pejabat di negara ini, menjadi lahan empuk bagi pihak asing untuk menanamkan pengaruh mereka di negara ini.

Semoga Allah SWT memberikan petunjuk kepada pejabat-pejabat di negara ini, agar ingat akan bahwa jabatan itu dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.


Orang-orang yang beriman

Surat Al Mu'minuun (Orang-orang Mukmin), adalah surat ke-23 dalam Al Quran. Surat yang terdiri dari 118 ayat ini, dalam 9 ayat pertamanya, memberikan keterangan mengenai siapa-siapa manusia yang masuk ke dalam golongan orang-orang yang beriman, yaitu :

  • Orang-orang khusyu dalam sembahyangnya (shalat) - (ayat 2)
  • Orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna - (ayat 3)
  • Orang-orang yang menunaikan zakat - (ayat 4)
  • Orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri atau budak yang mereka miliki. Maka sesungguhnya mereka dalam hal ini dinilai tidak tercela - (ayat 5) Barang siapa yang mencari dibalik itu, maka itulah orang-orang yang melampaui batas - (ayat 6).
  • Orang-orang yang memelihara amanah (yang dipikulnya) dan janjinya - (ayat 7).
  • Orang-orang yang memelihara sembahyangnya (shalat) - (ayat 8)
Dan Allah berfirman, bahwa mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi surga Firdaus dan kekal di dalamnya (ayat 11).

Al Ashr

Salah satu surat pendek di dalam Al Quran yang kebanyakan dihafal oleh umat muslim adalah Surat Al Ashr yang artinya adalah Masa / Waktu.

Surat yang terdiri dari 3 ayat yang artinya adalah sebagai berikut :
1. Demi masa
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
3. Kecuali :
   (1) orang yang beriman dan 
   (2) orang-orang yang yang mengerjakan amal saleh dan 
   (3) nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran  dan 
   (4) nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.

Di dalam surat ini Allah berfirman, bahwa sesungguhnya, kebanyakan dari kita, umat manusia, adalah orang-orang yang merugi. Namun ada 4 golongan manusia yang tidak masuk ke dalam kategori tersebut. Apakah kita termasuk ke dalam salah satu golongan tersebut ? Wallahu'alam.

Monday, June 30, 2014

Lailatul Qadar

Ya Allah, puji syukurku karena Engkau telah memberikanku umur untuk bertemu dengan bulan Ramadhan tahun ini. Janganlah Engkau jadikan ini menjadi bulan Ramadhan terakhirku, karena aku akan selalu merindukan kedatangannya di tahun-tahun mendatang.

Ya Allah, pantaskanlah diriku untuk mendapatkan Lailatul Qadar. Namun jika karena dosa-dosaku, tingkah lakuku yang menurut-Mu membuat aku belum pantas menerima Lailatul Qadar, berikanlah kepada istriku.
Jikalau kami berdua menurutmu belum pantas, maka berikanlah kepada anak-anak kami.

Ya Allah, Jikalau kami semua belum pantas menurut-Mu, berikanlah kepada Ibu dan Bapakku.

Amin.

Saturday, June 28, 2014

Ustadz Sugih

Ustadz ini bukanlah ustadz kondang yang sering keluar masuk infotainment. Juga bukan ustadz hasil binaan ustadz kondang. 

Tapi pertama kali dia berdakwah di kantor saya, dia bisa bisa menarik antusiasme yang hadir berkat cerita mengenai latar belakangnya yang dulu pernah menjadi pegawai swasta, sampai akhirnya memutuskan untuk berhenti dan berguru untuk belajar berdakwah.

Ada pro dan kontra dengan gaya si Ustadz ini berdakwah. Namun dia menjanjikan apabila kita berniat serius untuk merubah hidup kita menjadi lebih baik, dia menggaransi dalam 4 bulan pasti sudah ada perubahan dalam hidup orang tersebut.

Saya tidak akan mengulas semua materi yang disampaikan oleh si Ustadz disini, namun ada beberapa kata-kata yang disampaikan oleh si Ustadz yang cukup memotivasi diri saya.

Seperti ketika dia membahas soal tawakal.

Tawakal bukanlah sekedar kita berusaha, berdoa dan selanjutnya pasrah kepada ketetapan Allah, SWT. Namun tawakal adalah bagaimana kita dapat secara konsisten mengerjakan ibadah kepada Allah, SWT. Apabila suatu ibadah sudah kita kerjakan secara konsisten, lalu kita tinggalkan, maka kita akan berdosa. Walaupun itu adalah ibadah sunah. Sebagai contoh, orang yang terbiasa melaksanakan shalat dhuha 2 – 4 rakaat setiap hari. Kemudian, karena sedang kedatangan tamu, shalat tersebut tidak dia kerjakan. Atau laki-laki yang secara rutin pergi shalat subuh berjamaah di mesjid, kemudian karena hujan maka tidak pergi ke mesjid. Maka, itu menjadi dosa. Itulah yang disebut tawakal. Bagaimana kita secara konsisten dapat melakukan suatu ibadah atau kebaikan tanpa berubah.

Satu contoh yang dia berikan, yang cukup memotivasi saya sampai saat ini dalam beribadah, kita sebagai karyawan, biarpun hujan atau banjir, bagaimana caranya berusaha untuk bisa masuk ke kantor. 
Namun hanya karena gerimis kita tidak pergi shalat berjamaah di mesjid. Padahal itu adalah untuk beribadah kepada yang memberikan kita hidup. Kita terkadang takut, sampai meninggalkan ibadah karena kesibukan pekerjaan kita. Padahal Allah sudah menjanjikan, dalam hadis berikut :

“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)

“Dua rakaat shalat fajar lebih baik dari dunia dan seluruh isinya” (HR. Muslim)

Janji Allah sudah jelas dan pasti, namun kita masih sering lebih takut kepada urusan dunia kita. Padahal Allah sudah menjanjikan. Allah berfirman :

Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS : Ath-Thalaaq Ayat : 3 )

Sunday, June 22, 2014

Persiapan Memasuki Bulan Ramadhan

Sebentar lagi, bulan yang kita nanti-nantikan akan datang lagi, Bulan Ramadhan. Bulan yang penuh keberkahan, bulan ampunan. Namun terkadang kita tidak pernah mempersiapkan diri dalam menghadapi bulan Ramadhan tersebut.
Kira-kira persiapan apa sih yang harus kita lakukan dalam menghadapi bulan Ramadhan ini? Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan :
  1. Mengenai kesehatan. Pengalaman pribadi saya pada bulan Ramadhan 2 tahun lalu dan sebelumnya, setiap bulan Ramadhan kesehatan saya terganggu. Umumnya sakit yang menyerang adalah batuk dan pilek. Hal ini wajar karena pada saat bulan Ramadhan, asupan makanan yang masuk ke tubuh berkurang sehingga membuat daya tahan tubuh menurun. Ini sangat mengganggu ibadah. Nah tahun lalu saya mulai rutin berolah raga di gym. Pada saat menjalani puasa di bulan Ramadhan tahun lalu, Alhamdulillah, saya tidak mengalami gangguan kesehatan sama sekali. Artinya dengan berolah raga secara teratur dapat membuat daya tahan tubuh terhadap penyakit menjadi lebih kuat.
  2. Membiasakan tubuh dengan rutinitas yang akan  kita lakukan di bulan Ramadhan. Bagi orang kebanyakan seringkali yang tadinya ibadahnya biasa-biasa, pada saat Ramadhan, langsung tidak pernah tinggal shalat 5 waktu, bahkan shalat tarawih dan shalat tahajud. Namun karena ini bukan kebiasaan yang dilakukan sejak sebelum Ramadhan, umumnya pada pertengahan Ramadhan sampai dengan akhir Ramadhan semangat teman-teman menurun dan akhirnya di minggu terakhir semua menjadi kembali seperti  biasa. Bayangkan justru di minggu terakhir Ramadhan, harusnya orang berlomba-lomba semakin memperbanyak ibadahnya.
  3. Gangguan yang sering terjadi lagi adalah buka puasa bersama. Tidak ada yang salah dengan kegiatan ini. Namun seringkali, kebanyakan kita disibukkan dengan berbuka puasa dengan makan sebanyak-banyaknya sehingga kita mengakhirkan shalat maghrib. Dan akhirnya berlanjut menunda shalat isya dan tidak melaksanakan tarawih  berjamaan di mesjid. Memang shalat tarawih ini adalah shalat sunnah. Namun alangkan sayangnya jika terlewat karena shalat ini hanya datang sebulan dalam setahun.
  4. Kita harus tentukan target kita dalam bulan Ramadhan tahun ini. Apa yang ingin kita capai seperti : khatam Al Quran, menghapal surat-surat tertentu, dan sebagainya.
  5. Belajar dari ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Mana yang sudah baik kita teruskan, mana yang masih kurang kita perbaiki dan kita tingkatkan.
  6. Dan yang terakhir, umumnya mendekati minggu terakhir Ramadhan, kita disibukkan dengan prosesi mudik. Sehingga ibadah kita menjadi tertinggal.
Semoga ibadah kita di bulan Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

BISA BACA NGGA YAA...!!

Kejadian kedua yang saya alami di Food Court Thamrin City, di meja sebelah kanan meja kami, datang seorang Bapak dan seorang anak perempuannya yang berumur sekitar 5 tahun.

Setelah selesai makan, mungkin karena kebiasaan, si Bapak ini langsung saja mengeluarkan rokok dan menyalakan rokoknya. Padahal area food court tersebut adalah ruangan tertutup dengan AC. Tidak hanya itu, tulisan Daerah ini Kawasan Dilarang Merokok terpampang jelas di dinding.

Asap rokok itu terbang ke meja tempat saya dan anak-anak duduk. Bukan hanya itu, di meja sebelah depan saya pun ada seorang bayi yang ikut "menikmati asap rokok dari si bapak tersebut.

Anak saya protes berteriak tidak tahan dengan bau asap rokok tersebut. Saya menatap ke arah si Bapak tersebut sambil berkata kepada anak saya, "Bahwa mungkin Bapak ini tidak bisa membaca dan tidak pernah belajar tata krama, sehingga tidak perduli dengan lingkungan sekitarnya." Si bapak tetap saja tidak mematikan rokok dan tidak juga memandang ke arah saya yang terus menatap ke arah dia. 

Saya hanya membatin dan berdoa kepada Allah agar si bapak ini diberikan kesadaran akan bahaya merokok bagi diri sendiri dan orang lain. Amin.

Namun ternyata, si bapak ini cuek saja dan terus merokok. dia tidak sadar bahwa dia telah menzhalimi orang lain. Saya berkesimpulan bahwa bapak ini selain tidak mengerti tata krama juga seorang yang pengecut.

Teman-teman, saya juga terkadang merokok untuk keperluan pergaulan. Namun, saya tidak akan merokok di depan anak-anak apalagi anak saya sendiri. Karena merokok di depan anak-anak adalah iklan merokok yang paling efektif untuk mengubah generasi muda kita menjadi generasi perokok. 

Alangkah senang para pemilik perusahaan rokok, setelah kita membayar untuk membeli rokok mereka, kita pun ikut mengiklankan secara gratis untuk mengajak generasi muda membeli dan menjadi perokok.

Inilah buah dari amburadulnya dunia pendidikan  nasional. Sehingga kebanyakan orang Indonesia tumbuh menjadi karakter yang egois, tidak perduli dengan lingkungan sekitar, bersenang-senang diatas penderitaan orang lain.

Mari kita perbaiki ini, mulai dari diri kita sendiri dan keluarga kita.

Orang tua, anak dan cucu

Libur minggu ini, diisi dengan menemani istri ke Thamrin City, Jakarta Pusat, untuk membeli titipan mama, berupa perlengkapan buat lebaran Idul Fitri tahun ini. Setelah melaksanakan Shalat Zuhur di mesjid, dilanjutkan dengan makan siang di Food Court di lantai 2. 

Ada beberapa kejadian yang menggelitik saya selama duduk di situ sambil menunggu istri saya berbelanja. 

Kejadian yang pertama, Ada seorang nenek yang datang dengan menggendong cucunya yang masih bayi, didampingi oleh suaminya yang menggandeng cucu lainnya dan seorang wanita yang lebih muda perkiraan saya ini adalah ibu dari dua orang anak kecil tersebut. Si ibu muda ini dengan tenangnya membiarkan si nenek kerepotan karena harus makan sambil menggendong cucunya, sementara si ibu asyik makan sambil menelpon. 

Fakta di Indonesia, bahwa kebanyakan orang tua tidak akan berhenti direpotkan oleh si anak, bahkan setelah si anak dewasa, orang tua direpotkan oleh pekerjaan mengurus cucu mereka. Apalagi dengan fenomena semakin banyaknya ibu muda yang bekerja, sehingga orang terdekat yang paling dapat dipercaya dan dihandalkan untuk mengurus anak mereka adalah orang tua dan atau mertua. 

Bersyukurlah bagi mereka yang masih memiliki orang tua yang sehat, yang masih dapat diandalkan dan diperbantukan untuk membantu mengurus anak mereka. 

Namun terkadang kita harus memahami bahwa orang tua kita pun sudah cukup lelah di usia senjanya. Walaupun orang tua tidak pernah menolak apabila kita meminta bantuan mereka, mereka tidak pernah mengeluh, tidak bosan-bosannya membantu anak-anaknya dalam kesulitan. 

Kadang kita baru merasakan penyesalan setelah orang tua kita sudah tiada. Menyesal mengapa selama dia masih hidup kita tidak berusaha meringankan beban mereka, malah kita yang menambahi beban mereka, baik itu beban pekerjaan ataupun beban pikiran. 

Teman-teman, selagi orang tua kita masih hidup, gantian kita yang melayani mereka dengan sepantasnya dan semampunya.

Sunday, June 15, 2014

Pendidikan Mahal vs Kesejahteraan Guru

Tanggal 14 Mei 2014, ketika di kantor saya mendapat telepon dari anak kedua saya. Dia memberitahukan bahwa gurunya di TK B dirawat di rumah sakit karena tiba-tiba jatuh pingsan di rumahnya dan mengajak saya untuk membesuknya besok. Kebetulan besok adalah hari libur nasional. Informasi yang saya terima dari istri saya, si ibu guru dalam usia 51 tahun ini mengidap penyakit diabetes dan darah tinggi. 

Besoknya, sesuai dengan janji kepada anak saya, pagi hari kami sekeluarga sudah bersiap-siap berangkat ke rumah sakit untuk membesuk guru tersebut. Namun, Allah berkehendak lain, kabar duka kami terima, bahwa si Ibu Guru ini telah berpulang ke Allah SWT. Anak saya langsung menangis sedih begitu diberitahukan bahwa ibu gurunya sudah meninggal dunia. 

Akhirnya saya hibur anak saya, saya katakan bahwa Allah sayang dengan ibu gurunya sehingga Allah tidak mau Ibu gurunya menderita sakit lama-lama di dunia. Saya katakan agar dia mendoakan agar ibu gurunya mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan dilapangkan kuburnya serta diampuni semua dosa-dosanya. 

Akhirnya, kami pergi melayat ke rumah duka di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sesampainya di rumah duka, kami melihat potret kehidupan kebanyakan guru-guru di Indonesia, sederhana, bahkan lebih tepatnya pas-pasan. Dengan kondisi hidup seperti itu, bagaimana kita mau menuntut seorang guru untuk mendidik anak didiknya menjadi manusia yang “sempurna” dari sisi akademis dan akhlak. 

Seringkali kita menyalahkan guru apabila anak kita lamban dalam memahami pelajaran. Dengan kondisi kesejahteraan guru yang rendah seperti ini, bagaimana mungkin kita mau berbicara mengenai pendidikan karakter bangsa apalagi istilah salah seorang capres kita "Revolusi Mental". Karena kebutuhan dasar dari seorang guru saja masih jauh dari kata tercukupi. Jika seseorang guru untuk urusan perutnya saja masih kekurangan, bagaimana dia bisa mendidik anak muridnya dengan tenang. 

Ironis memang, melihat kenyataan bahwa saat ini pendidikan di Indonesia sangatlah mahal. Untuk masuk ke sebuah sekolah yang memiliki standar baik, orang harus membayar sampai puluhan bahkan ratusan juta rupiah, tanpa jaminan bahwa anak kita akan mendapat pendidikan akademis dan karakter yang baik. Yang membadakan antara sekolah satu dengan yang lain hanyalah fasilitas dan pergaulan saja. 

Namun, terbalik dengan kehidupan para guru yang ternyata mereka masih harus mengajar di bimbel, memberikan les privat demi tambahan untuk biayai hidup mereka. Kemana biaya berjuta-juta yang dibayarkan oleh orang tua siswa. Ternyata yang sejahtera adalah para pemilik yayasan, pemegang saham dari sekolah-sekolah tersebut. Inilah Pekerjaan Rumah bagi para calon presiden Indonesia. 

Kesejahteraan para pendidik harus jadi perhatian jika kita menginginkan anak-anak bangsa ini menjadi manusia yang memiliki karakter. Pendidikan karakter, pendidikan akhlak, jangan sampai generasi muda bangsa ini, menjadi orang-orang yang tidak punya karakter, tidak menghargai produk dalam negerinya, dan menjadi warga Negara yang egois, yang pada akhirnya akan menjual aset negara ini untuk keuntungan pribadi.

Thursday, April 24, 2014

Mudahnya mengurus paspor

Hmm.. Paspor saya yang lama akhirnya expired pada tahun 2010. Sampai tahun 2014, karena tidak ada aktivitas yang membutuhkan paspor, maka saya tidak tergerak untuk memperpanjangnya.

Namun, tahun ini, dengan beberapa rencana, diputuskan untuk membuat paspor lagi.

Setelah mencari informasi dari beberapa teman dan internet, diperoleh informasi bahwa pendaftaran permohonan penerbitan paspor, saat ini dapat dilakukan secara online melalui website Kantor Imigrasi di www.imigrasi.go.id.

Prosesnya sangat mudah, tapi kita harus uplot beberapa dokumen yang dipersyaratkan seperti KTP, Kartu Keluarga, Surat Nikah / Akta Kelahiran untuk Permohonan Penerbitan Baru.

Setelah permohonan pendaftaran disetujui, kita akan mendapatkan notifikasi melalui email. Kita juga harus mencetak lembar formulir yang harus diisi dan lembar untuk pembayaran melalui Bank BNI.

Biayanya... hanya Rp.255.000,- plus biaya admin bank Rp.5.000, rinciannya Biaya paspor Rp.200.000,- dan biaya biometric Rp.55.000,-.
Setelah melakukan pembayaran melalui BNI, di dalam Tanda Bukti Pembayaran ada No. Jurnal Bank yang akan kita input ke dalam link verifikasi yang dikirimkan melalui email kita. Disini kita juga akan diminta menentukan tanggal kedatangan kita dan memilih lokasi Kantor Imigrasi yang akan kita kunjungi untuk pengurusan paspornya. Kita diberi batas waktu 7 hari dari tanggal yang kita pilih untuk dating ke Kantor Imigrasi.
Pada hari yang ditentukan kita datang ke Kantor Imigrasi. Pilihan saya waktu itu adalah Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat di dekat Taman Fatahillah, Jakarta Kota.
Kita tinggal temui Satpam yang memegang nomor antrian. Kita informasikan bahwa kita sudah mendaftar secara online. Dan kita akan diberikan Nomor Antrian untuk ke loket pengecekan dokumen.
Jangan lupa, kita harus membawa asli dari dokumen-dokumen yang dipersyaratkan seperti Kartu Keluarga, KTP dan Surat Nikah atau akta Kelahiran.
Selanjutnya setelah antri berdiri sekitar 45 menit, di loket pengecekan, petugas memeriksa formulir yang kita cetak dari Internet dan sudah kita isi, diperiksa foto kopi dan asli lampirannya. Petugas memberikan map berwarna hijau dan selembar formulir yang harus kita lengkapi lagi. Isinya.. sama dengan form yang sudah kita download dari internet.
Di map tersebut, ada no antrian. Nantinya kita akan dipanggil sesuai no tersebut untuk wawancara, sidik jari dan foto. Format pemanggilannya.. No. 9 online, ke ruang B ...
Nah disini antrinya cukup lama.. sampe pegel duduk. Sekitar pukul 11.00 saya masuk ke ruang wawancara. Diperiksa lagi dokumennya, ketik-ketik dikit di computer, lalu foto dan sidik jari. Tanda tangan lembar pengambilan paspor.
Paspor bisa diambil 3 hari kerja mendatang.
Selesai sudah prosesnya. Mudah kan...